Depan

Berita Kampus

Penelitian







FIP

FPBS

FPIPS

FPMIPA





Yayasan

Unsur Pimpinan

Senat Institut

Unsur Pelaksana Akademik

Unsur Pelaksana Administrasi

Unsur Unit Pelaksana Teknis








Laboratorium

Perpustakaan

Lembaga Penelitian

Unit Kegiatan Mahasiswa

Fasilitas Ruang Kuliah

Gedung Perkuliahan

Hotspot Area

Klinik





Sabtu, 03 Oktober 2009 - 09:43:19 WIB
SANTUNAN ANAK YATIM
Diposting oleh : Administrator - Dibaca: 849 kali

ROMBONGAN bocah berjalan dengan wajah ceria, Senin (7/9) sore itu di bulan Ramadan ini. Mengenakan baju muslim mereka seakan menambah semarak dan indahnya bulan penuh rahmat tahun 1430 hijriah ini. Terlihat ada kegembiraan sekaligus rasa syukur, ketika mereka memenuhi aula Gedung B kampus IKIP PGRI Semarang, kawasan Jalan Lontar.


Ya, Bocah-bocah itu adalah anak yatim yang diundang IKIP PGRI Semarang bekerja sama dengan PGRI Jawa Tengah untuk menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an, yang di dalamnya juga diisi dengan acara santunan anak yatim yang dilanjutkan dengan buka bersama.


Kegiatan yang rutin tiap tahun terselenggara ini merupakan bukti kepedulian jajaran PGRI Jateng yang di dalamnya terdapat IKIP PGRI Semarang. Setiap tahun sejumlah santunan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan, terutama anak-anak yang berada di panti asuhan.


Seperti dijelaskan Pembantu Rektor III, Drs Maryanto MSi selaku ketua panitia, santunan kali ini diberikan kepada 500 santri dari 14 panti asuhan yang tersebar di Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Dana santunan dihimpun dari mahasiswa, dosen dan karyawan IKIP PGRI Semarang dan PGRI Jawa Tengah. Selain santunan itu juga diberikan bingkisan buku dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampus setempat.


Rektor IKIP PGRI Semarang, Muhdi SH MHum dalam sambutannya meminta doa restu para hadirin, terutama anak-anak yatim agar IKIP PGRI Semarang dapat segera membangun masjid. Rencananya, tahun depan masjid tersebut akan dibangun di depan Gedung B.


"Berkat doa hadirin semua, gedung berlantai tujuh beberapa waktu lalu telah diresmikan Presiden RI. Sedangkan gedung berlantai tiga yang sekarang berdiri di samping Gedung B akan difungsikan sebagai Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Begitu pula PKL di sepanjang jalan sekitar kampus, juga akan diberi tempat agar tidak memenuhi jalan," katanya.


Kepada anak yatim, Muhdi berharap semoga pada saatnya nanti juga bisa kuliah di IKIP PGRI Semarang. Syaratnya, harus memiliki prestasi akademik di sekolah yang baik. "Mulailah belajar yang sungguh-sungguh dari sekarang. Sebagai contoh, Oktober nanti ada satu mahasiswa dari panti asuhan yang akan diwisuda. Pada waktu kuliah, dia tidak dibebani biaya pembayaran," ujar Rektor IKIP PGRI Semarang ini.


Ketua PGRI Jawa Tengah, Drs Soebagyo Brotosedjati MPd menuturkan, kerja sama semacam ini akan terus berlanjut. IKIP PGRI Semarang dan PGRI Jawa Tengah hadir memang untuk melayani masyarakat. Bertindak sebagai penceramah, yakni   Drs Hajudin Aiwi MPd dari Magelang.