Depan

Berita Kampus

Penelitian







FIP

FPBS

FPIPS

FPMIPA





Yayasan

Unsur Pimpinan

Senat Institut

Unsur Pelaksana Akademik

Unsur Pelaksana Administrasi

Unsur Unit Pelaksana Teknis








Laboratorium

Perpustakaan

Lembaga Penelitian

Unit Kegiatan Mahasiswa

Fasilitas Ruang Kuliah

Gedung Perkuliahan

Hotspot Area

Klinik





Rabu, 11 November 2009 - 09:28:57 WIB
WISUDA KE-37
Diposting oleh : Administrator - Dibaca: 1057 kali

LULUSAN IKIP PGRI SEMARANG CALON GURU BERJATI DIRI


Iman dan taqwa; Kejujuran; Integritas dan komitmen; Pendidik teladan; Profesional dan berwibawa; Gigih, arif dan bijaksana; Responsif; Inovatif dan kreatif.


Baris di atas dalah kepribadian IKIP PGRI Semarang yang dikembangkan dari UUGD dan PP 74 tentang Guru seperti diungkapkan oleh rektor IKIP PGRI Semarang Muhdi S.H. M.Hum. “ Setelah di wisuda saya berharap para wisudawan akan mampu mengembangkan ilmu dan kepribadiannya, dimudahkan meraih cita-cita. Bekerjalah dengan keras dan cerdas, berkualitas dan ikhlas, serta lakukan pekerjaan dengan kepribadian yang prima.”


27 Oktober 2009 di gedung merapi PRPP Jawa Tengah, IKIP PGRI Semarang mewisuda 1478 wisudawan. Dalam Wisuda ke-37 IKIP PGRI Semarang ini, wisudawan terbaik yang ditetapkan berdasarkan pemitungan Indeks Prestasi Kumulatif, Predikat Kelulusan dan masa studi masing-masing program studi adalah Desy Prasetyo Rini dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan dengan IPK 3,47. DwiSusilowati,                         dari  Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan IPK 3,36. Solichuddin Shofa, dari Program Studi Pendidikan Matematika dengan IPK 3,36. Siti Chotimah dari  Program Studi Pendidikan Biologi dengan IPK 3,51. Adityalndarto dari Program Studi Pendidikan Fisika dengan IPK 3,52. Sutrismi dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan IPK 3,50. Rianto Pujo Nugroho, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa dengan IPK 3,61. Agus Sapto Nugroho dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK3,63. Eli Safitri Purnamawati Program Studi PGTK dengan IPK 3.60.


            Sedangkan yang medapat predikat cumlaude dari Fakultas Pendidikan Matematika dan llmu PengetahuanAlam Program Studi Pendidikan Biologi Siti Chotimah,IPK 3,51, dari Program Studi Pendidikan Fisika Adityalndarto,IPK 3,52. Dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sutrismi, IPK 3,62, dan  Ririn Ardi,IPK 3,55,  Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Rianto Pujo Nugroho, IPK 3,61, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Agus Sapto Nugroho, IPK 3,63, WasiatuI Fajar lstiqomah, IPK 3,62 Rignasari, dan  IPK 3,55. Dari fakultas llmu Pendidikan, Program Studi PGTK Eli Safitri, IPK 3,60, Jumiatun, IPK 3,60, Sri Iswati, IPK 3,58, Alyah Ni'mah,IPK3,58 Feri Handayani, IPK 3,58 Kholis Tinro'ah, IPK 3,57. Nur Elly Amaliya, IPK 3,52 dan, Maryati, IPK3,52.


            Prof. Dr. H.A.T. Soegiti, SH, MM, Ketua Pengurus YPLP PT PGRI Semarang mengemukakan bahwa dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam arti lain, predikat Sarjana atau Ahli Madya Saudara belum berarti apa-apa manakala belum memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara.


            Ketua Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah Drs. Soebagyo Brotosedjati, M.Pd. menambahkan bahwa PGRI Jawa Tengah menaruh harapan besar kepada para wisudawan untuk memulai maupun melanjutkan kiprahnya sebagai guru yang baik. Sekadar mengingatkan bahwa setiap guru, sesuai dengan perintah UU Guru dan Dosen pasal 41 ayat 3, wajib menjadi anggota organisasi profesi. Dan PGRI, sejak lahirnya di samping sebagai organisasi ketenagakerjaan adalah organisasi profesi yang telah teruji oleh sejarah. Maka menjadi hal yang wajar jika alumni IKIP PGRI setelah menjadi guru atau tenaga kependidikan menjadi anggota organisasi profesi guru PGRI.