Depan

Berita Kampus

Penelitian







FIP

FPBS

FPIPS

FPMIPA





Yayasan

Unsur Pimpinan

Senat Institut

Unsur Pelaksana Akademik

Unsur Pelaksana Administrasi

Unsur Unit Pelaksana Teknis








Laboratorium

Perpustakaan

Lembaga Penelitian

Unit Kegiatan Mahasiswa

Fasilitas Ruang Kuliah

Gedung Perkuliahan

Hotspot Area

Klinik





Senin, 25 Januari 2010 - 15:56:58 WIB
Sejarah dan Dinamika
IKIP PGRI Semarang
didirikan pada tanggal 23 Juli 1981 oleh Pengurus Daerah Tingkat I PGRI
Provinsi Jawa Tengah melalui Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) IKIP
PGRI Jawa Tengah. Tujuan pendiriannya adalah untuk menyiapkan calon guru
berkualitas yang akan turut membangun dan meningkatkan mutu pendidikan serta
tercapainya kesejahteraan bagi guru di Indonesia.  Dalam sejarah perkembangannya, perjalanan
IKIP PGRI Semarang dapat dibagi dalam empat periode besar.

Periode pertama
adalah periode perintisan kelembagaan (1981-1986). Periode ini ditandai dengan
berdirinya IKIP PGRI Jawa Tengah oleh 
Pengurus Daerah Tingkat I PGRI Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan
Drs. Is Riwidigdo. Beberapa tokoh pendirinya antara lain Taruna, S.H., Drs. Is
Riwidigdo, Drs. Karseno, Drs. R. Antonius Supardi Hadiatmodjo, Drs. Muhamad
Oemar, Drs. Thomas Saha Adiutomo, Drs. Abdul Latief Nawawi, S.H., Drs.
Soeparjo, Ny. Widayati Sumiyatun Soeharto, dan Drs. Teddy Iskandi. Melalui SK
Mendikbud No. 0395/0/1984 IKIP PGRI Jawa Tengah berubah menjadi STKIP PGRI Jawa
Tengah.

Periode kedua adalah periode pembangunan
kelembagaan (1987-2002). Pada periode ini dibawah kepemimpinan Rektor Taruna,
S.H.. STKIP PGRI Jawa Tengah berubah nama menjadi  IKIP PGRI Semarang.


Periode ketiga adalah periode pembangunan akademik
(1993-2001). Periode ini dibawah 
kepemimpinan Rektor Prof. Drs. Satmoko dengan fokus utama meningkatkan
mutu dosen melalui program studi lanjut. Proses pembangunan akademik
disempurnakan pada era kepemimpinan Prof. Drs. Sugijono, M.Sc. (1997-2001) yang
memiliki enam program studi yaitu: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
(PBSI), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Matematika (Pend. Mat),
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB), Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (PPKn); dan Pendidikan Biologi (Pend. Bio). Keenam program
studi tersebut diajukan pada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN
PT) dengan perolehan akreditasi B.


Periode keempat adalah periode pengembangan
(2001-sekarang). Di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Sulistiyo, M.Pd., IKIP PGRI
Semarang yang sempat diwacanakan akan berubah menjadi universitas memantapkan
diri untuk bertahan dengan bentuk IKIP. Euforia berbagai perguruan tinggi untuk
mengubah nama justru membuat IKIP PGRI Semarang semakin fokus sebagai perguruan
tinggi pencetak tenaga kependidikan. Pada masa ini, peningkatan tajam terlihat
dengan melejitnya posisi IKIP PGRI Semarang sebagai 5 (lima) besar Perguruan
Tinggi Swasta (PTS) yang paling diminati calon mahasiswa.


Masih dalam periode ini, seiring dengan masih
banyaknya kekurangan guru, khususnya guru TK dan SD, pada tahun 2003, IKIP PGRI
Semarang membuka program studi D-2 Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGTK) dan
tahun 2004 membuka program studi D-2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).


Pada tahun 2009 program studi PGSD D-2
ditingkatkan ke jenjang S-1 dan program studi PGTK D-2 ditingkatkan ke jenjang
S-1 dengan nama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) S-1. Bahkan, untuk mendukung
program Gubernur Jawa Tengah tentang Bahasa Jawa sebagai mata pelajaran muatan
lokal, IKIP PGRI Semarang juga mengembangkan program studi Pendidikan Bahasa
dan Sastra Jawa.